Humor Batak: BBM Naik
Posted to Indonesia Forum by Ida Abidin
Horas Bah !
BBM naik, hidup tambah SIMANUNGKALIT
Harga2 NAEK, SAGALA PANDAPOTAN MANURUNG,
Banyak SIHOTANG
Hidup bagaikan mendaki TOBING
Tak ada lagi HARAHAP
Kepala pusing sampai SIBUTAR BUTAR
Rambut rontok dan nyaris POLTAK
Jumlah rakyat miskin sudah PANGARIBUAN
Anak-anak menangis MARPAUNG-PAUNG
Otak sudah SITOMPUL
Tapi kita masih diminta sabar SITORUS
Jangan putus HARAHAP katanya
Mintalah PARLINDUNGAN, supaya BONAR-BONAR Selamat
…….
BUTET dah … !!
Zakir Naik : Muslims Pray Five Times Each Day
Muslims Pray Five Times Each Day
By Dr. Zakir Naik
Q. Why do Muslims have to pray five times everyday? Isn’t praying once a day sufficient?
A. 1. Salaah is not merely Prayer
To offer Salaah does not merely mean to pray. According to the Oxford dictionary, ‘pray’ means to beseech or to ask earnestly. For example “He prayed to be released in the court of law”. It also means supplication. In other religions to pray means to beseech or to supplicate. For e.g. ‘Our Lord! Give us this day our daily bread.’ In Islam, it is the Du’as that we Muslims make that is our supplication. Salaah is much broader in its meaning, content and objectives.
2. Salaah is Programming
Salaah is much more than merely praying. In Salaah we not only ask from Allah but we also thank Him, praise Him, and at the same time receive guidance from Him. Salaah in the true sense is “programming” or conditioning.
3. Unlike computers, humans have free will
Computers require programming because they do not have a free will of their own. Humans have their own free will. With the various kinds of evil influences that are present in society such as eve-teasing, cheating, bribing, robbing, alcoholism, drug addiction, obscenity, etc., there is every possibility of human beings getting de-programmed from a life of virtue and righteousness. Hence our Creator has ordained it compulsory that we should offer Salaah five times a day to be regularly programmed to remain on the Siraatal Mustaqeem that is, the Straight Path.
4. A healthy body requires three meals a day; the human soul requires five times Salaah a day
For a healthy body at least three meals a day are required. Similarly for a healthy and pious soul, a minimum five times Salaah is required in a day. You cannot remain healthy by having only one meal a day.
5. According to the Qur’an Muslims should pray minimum five times a day
According to the Qur’an, a Muslim should pray minimum five times a day. Allah (swt) states in:
(i) Surah Hud Chapter 11 Verse 114:
“And establish regular prayers at the two ends of the day and at the approaches of the night: for those things that are good remove those that are evil: be that the word of remembrance to those who remember (their Lord)”. [Al-Qur’an 11:114]
(ii) Surah Al-Isra Chapter 17 Verse 78:
“Establish regular prayers – at the sun’s decline till the darkness of the night, and the morning prayer and reading: for the prayer and reading in the morning carry their testimony”.
[Al-Qur’an 17:78]
(iii) Surah Ta-Ha Chapter 20 Verse 130:
“Therefore be patient with what they say, and celebrate (constantly) the praises of your Lord before the rising of the sun, and before its setting; yea, celebrate them for part of the hours of the night, and at the sides of the day: that you may have (spiritual) joy”.
[Al-Qur’an 20:130]
(iv) Surah Rum Chapter 30 Verses 17-18:
“So (give) glory to Allah, when you reach eventide and when you rise in the morning; yea, to Him be praise, in the heavens and on earth; and in the late afternoon and when the day begins to decline”.
(v) Timings of the Obligatory Salaah:
The 5 daily prescribed Salaah are:
Fajr – Between the break of dawn and sunrise.
Zuhar – After the sun reaches its highest point; that is when the sun starts declining early in the afternoon till the shadow becomes twice the size of the object or till the point between noon and sunset.
Asr – Late in the afternoon after Zuhr until sun begins to set.
Magrib – After sunset until disappearance of twilight.
Isha – Late in the evening or in the night after disappearance of twilight until the break of Fajr but preferably offered before midnight.
And Allah Knows Best
indonesia malaysia singapore canada brunei australia islam america blogger indonesia
Film hollywood dalam bahasa Sunda
Posted to Indonesia Forum by blopzapz
Arti judul film2 hollywood dalam bahasa Sunda…..
Saving Private Ryan — Nulungan si Rian
Enemy At The Gate — Musuh Ngajedog di Pager
Rocky — Osok Neunggeulan Batur
Rain Man — Lalaki Cicing di Bogor
Die Hard – Teu Paeh-Paeh
Die Hard II — Can Paeh Keneh
There’s Something About Marry — Ari Ceu Meri
Kunaon Teh?
Mission Impossible — Moal Bisa
Titanic — Tilelep
Paycheck — Nganjuk Heula
Reign of Fire — Beubeuleuman
Original Sin — Tara Ka Mesjid
Sleepless In Seattle — Cenghar Di Ciateul
Silence of The Lambs — Embe Pundung
Ghost — Jurig Kasep
Bad Boys — Budak Baong
Are We There Yet? — Lila Amat Teh Nepina?
Home Alone — Katinggaleun
Freddy vs Jason — Pasea
Casablanca — Mengkol Ti Sudirman
Gone In Sixty Seconds — Indit Siah Kaditu!
The Awakening — Hudang Sare
After The Sunset — Tereh Maghrib
The End of Days — Seep Waktosna
Gus Dur: Hanyutnya Presiden Soeharto
Sudah tentu mantan presiden Soeharto kebagian sentilan Gus Dur. Ceritanya, suatu hari Pak Harto memancing di sebuah sungai. Bekas orang kuat itu dikenal gemar memancing (dan barangkali bukan cuma ikan yang dipancingnya). Saking asyiknya, Pak Harto tidak sadar bahwa air sungai itu meluap, lalu terjadilah banjir besar.
Pak Harto hanyut terbawa arus deras. Selama hanyut itu rupanya dia tak sadarkan diri, dan ketika dia terbangun dia berada jauh dari tempatnya semula. Keadaannya sangat sepi, hanya ada seorang petani, yang rupanya telah menolong Pak Harto.
Merasa berutang budi dan sangat berterima kasih, Pak Harto berkata pada penolongnya itu.
“kamu tahu nggak saya ini siapa?” tanya Pak Harto.
“Tidak,” jawab si penolong.
“Saya ini Soeharto, Presiden Republik Indonesia.
Nah, karena kamu sudah menolong saya, maka kamu boleh minta apa saja yang kamu mau, pasti saya beri. Ayo katakan saja keinginan kamu.”
“Saya cuma minta satu hal saja, Bapak Presiden,” kata sang penolong. “Katakan saja apa itu?” Kata Pak Harto.
“Tolong jangan bilang siapa-siapa bahwa saya yang menolong Bapak.”
Sumber: gusdur.net
indonesia malaysia singapore humor gus dur lawak canda blogger indonesia
Gus Dur Beli Pesawat
Dalam kunjungannya ke Amerika Serikat dulu, Pertengahan tahun 2000, Gus Dur bertemu dengan eksekutif puncak Boeing, industri pusat raksasa pesawat terbang. Orang pun bertanya-tanya, apa pula urusannya Gus Dur dengan pembuat pesawat itu? Memangnya dia ahli pesawat terbang seperti Habibie?
Akhirnya kepala protokol Istana Presiden Wahyu Muryadi mengungkapkan maksud pertemuan itu; Gus Dur mau beli pesawat kepresidenan, yang selama ini memang tidak pernah dimiliki oleh pemerintah indonesia. Kebiasaan Gus Dur tetap ampuh; bikin pernyataan kontroversial di luar negeri, dan menimbulkan reaksi di dalam negeri.
Pers Indonesia pun sibuk mengusut rencana pembelian pesawat yang waktunya dirasa tidak tepat itu. Krisis ekonomi saja sama sekali terlihat belum diatasi, lha kok Presiden RI mau punya pesawat pribadi. “Perlu dong,” kata Wahyu Muryadi sambil membandingkan dengan Presiden Amerika serikat, yang sudah lama memiliki air force one yang mewah itu.
Dari mana uang puluhan juta dollar untuk membeli pesawat itu? Menko Rizal Ramli, yang bekas aktivis dan pengamat ekonomi yang kritis kok malah bilang siap melaksanakan dan uang untuk pembelian pesawat sudah ada, apa ini bukan pemborosan uang negara? Apa memang ada “uang nganggur” di laci pemerintah? Apa Rizal Ramli ingin cari muka kepada bosnya?
Mendengar sikap siap melaksanakan Rizal Ramli,kritik publik kian gencar. Sampai Gus Dur sendiri kembali ke Jakarta.
Wartawan bertanya,”Gus, mengapa anda merasa perlu membeli pesawat boeing itu?”
Jawab Gus Dur; “Lho, siapa yang mau beli pesawat?”
Wahyu Muryadi dan Rizal Ramli kali ini yang pusing. Sudah sibuk membela rencana Gus Dur, eh yang dibela malah membantahnya.
Sumber: gusdur.net
Gus Dur: Melawan Lasio
Dalam satu diskusi di kantor Yayasan Paramadina, Pondok Indah, Gus Dur tampil bersama pakar filsafat yang mendalami masalah Konghucu. Nama pakar itu Dr. Lasio, mengingatkan orang pada klub sepak bola ternama Italia, Lazio. Sang pakar bicara lebih dulu, dan menguraikan pandangan-pandangannya di depan ratusan peserta yang meluber sampai ke luar ruang yang cukup sempit.
Tiba giliran Gus Dur, dia memulai dengan komentar tentang pentingnya topik diskusi tersebut.
Tapi katanya,”Kok saya yang harus tampil melawan Lasio. Lha mestinya ‘kan lebih tepat kalau dia tanding melawan AC Milan…”
Dan sang pakar pun hanya tersenyum saja mendengar guyonan itu.
Gus Dur: Hadiah
Uni Soviet, sebelum pecah, dikenal sebagai “Tirai besi”, negara yang sangat tertutup. Pengontrolan terhadap individu luar biasa ketat. Semua orang harus tunduk dan patuh saja terhadap apapun yang ditentukan negara. Jangankan berontak, menyanyikan lagu Barat saja orang akan diinterogasi berhari-hari oleh polisi rahasia.
Alkisah, tutur Gus Dur, dalam sebuah perjalanan bertemulah dua orang yang belum saling kenal dalam satu kereta. yang seorang berasal dari Polandia, dan seorang lagi dari Moskow. Keduanya akhirnya saling berkenalan dan terlibat obrolan yang cukup serius.
Si orang Polandia bertanya kepada si Bung dari Moskow itu, “Hadiah apakah yang akan anda peroleh kalau anda memamerkan lambang serikat buruh di Moskow?”
“Tidak tahu, apa kira-kira hadiah yang akan kudapat,” jawab kawan yang dari Moskow itu.
Sang penanya kemudian menjawab sendiri teka-tekinya itu:”Anda akan memperoleh dua buah gelang dan satu rantai.”
“Gelang emas atau perak?” tanya kawan asal Moskow ini penasaran.
“Borgol!” jawab si orang Polandia kalem.











