Copyright © 2010 A. Fatih Syuhud. All Rights Reserved. Snowblind by Themes by bavotasan.com. Powered by WordPress.
Archive for November, 2005
Magic WordsPosted to Indonesia Forum by ListyIta baru masuk SMU, masa-masa pubernya bikin dia centil dan suka ngerjain orang. Kali ini dia dapet kata-kata baru buat ngerjain orang.Hari pertama, dia nelepon temannya :”Rin, gue udah tau semuanya !”"Hah..” Suara disana terdengar lemas.”Ta, elu jangan bilang Indri kalo gue jalan sama cowoknya ya Ta. Gue ada voucher makan di HokBen, elu jangan bilang-bilang yah. Sori gue cuma bisa ngasih itu doang.”"Okelah, gue sih terima aja, lu kan temen gue.”Begitu telepon ditutup, Ita langsung teriak girang.”Wah oke juga nih, gue dapet voucher HokBen !! Coba gue praktekin lagi.”Kali ini Ita masuk kamar kakaknya dan langsung bicara pelan didekat kuping kakaknya yang lagi tiduran.”Wa, gue udah tau semuanya. Ternyata gitu ya Wa.” Dewa langsung bangun, mengambil sebuah kunci dan berbisik pada Ita.”Ta, lu boleh pake mobil sebulan penuh plus gue kasih bensinnya. TApi jangan bilang Papi kalo gue nge-gele yah !!!”"BEres. “Ita benar-benar girang, kali ini dia mencegat Papinya yang baru pulang kerja.”Pah,.” Ita mengejar Papinya yang cuek bebek”Pah, Ita mau ngomong.”"Ada apa sih Ta ?!! Papa capek nih.”"Ita udah tau semuanya Pah…” Mendadak PApanya celingukan, mengeluarkan HP dan menelepon seseorang”Ta, Credit Card kamu udah Papa aktifkan lagi. Tapi !!! Jangan pernah bilang Mama soal si Ijah.”Ita girang campur sebel. Ternyata Papanya menduakan Mama cuma demi pembantunya si Ijah Ita langsung berlari tanpa sepatah katapunDiluar, Ita bertemu Pak Udi, sopirnya yang sudah belasan tahun bekerja dirumahnya. Ita mulai usil lagi. Dia kesal juga, pasti dia tau soal si Ijah, tapi bungkam selama ini, gue kerjain juga nih, pikirnya.”Pak !!!” Ita benar-benar membuat kaget sopirnya “Saya sudah tau semuanya.”Pak Udi terbengong, dan perlahan meneteskan airmata. Ita malah bingung.”Ita !!! Peluklah Bapakmu ini Sayang. Akhirnya kau tahu juga Nak !”
Continue Reading »Sufism is a Mystic school of Islamic thought that includes philosophers and muslims.
Sufism refers to a very diverse range of schools of Islam. Although many schools or tekkes/ tariquas can be classified as Shi’a or Sunni or even both, there are some forms of Sufism that are clearly not either Shiah or Sunni and so constitute a separate sphere of Islamic faith.
Continue Reading »Shia Islam, spelled as Syiah in Bahasa Indonesia, is the second largest denomination of Islam, after Sunni Islam. Shi’a Muslims, though a minority in the Muslim world, constitute the majority of the populations in Iran, Azerbaijan, Bahrain and Iraq, as well as a plurality in Lebanon.
The Shi’a attribute themselves to the Qur’an and teachings of the final Prophet of Islam, Muhammad, and in contrast to other Muslims, believe that his family, the Ahl al-Bayt (the People of the House), including his descendants known as Imams, have special spiritual and political rule over the community. Unlike Sunni Muslims, the Shi’a believe that Ali ibn Abi Talib, Muhammad’s cousin and husband of his daughter, Fatimah, was the true successor to Muhammad who was appointed by God as his prophet, and thus reject the legitimacy of the first three Rashidun caliphs.
Both Sunni and Shia Muslims share the most fundamental Islamic beliefs and articles of faith. The differences between these two main sub-groups within Islam initially stemmed not from spiritual differences, but political ones.
Shia and Shiite
Shiite (noun): a Muslim of the Shia branch of Islam.
- Shiite adjective
Shia (noun)
1: the Muslims of the branch of Islam comprising sects believing in Ali and the Imams as the only rightful successors of Muhammad and in the concealment and the messianic return of the last recognized Imam.
2: Shiite
3: the branch of Islam formed by the Shia
Shiite (also Shi’ite)
? noun an adherent of the Shia branch of Islam.
? adjective relating to Shia.
Shia (also Shi’a)
? noun (plural same or Shias) one of the two main branches of Islam, regarding Ali, the fourth caliph, as Muhammad’s first true successor. Compare with Sunni. ?a Muslim who adheres to this branch of Islam.
Shia Branches
1. Ithna Ashary (the Twelve Imams or the Twelver)
The Twelve Imams are the spiritual and political successors to Muhammad, the Prophet of Islam, in the Twelver or Ithna Ashariya branch of Shia Islam. According to the theology of Twelvers, the successor of Muhammad is an infallible human individual who not only rules over the community with justice, but also is able to keep and interpret the Divine Law and its esoteric meaning.
2. Ismaili
The Ism?‘?l? (Arabic: ????????????? al-Ism???liyy?n; Urdu: ???????? Ism???l?, Persian: ?????????? Esm??iliy?n) branch of Islam is the second largest part of the Sh?‘ah community after the Twelvers. The Ism?‘?l? get their name from their acceptance of Ism?‘?l ibn Ja‘far as the divinely-appointed spiritual successor (Im?m) to Ja‘far a?-??diq, wherein they differ from the Twelvers, who accept M?sà al-K?zim, younger brother of Ism?‘?l, as the true Im?m
3. Zaidi The Zaidi are a branch of Shi’a Islam named after the Im?m Zayd ibn ?Al?. Followers of the Zaidi fiqh are called Zaidis (or occasionally, Fivers by Sunnis). However, there is also a group called the Zaidi Was?t?s who are Twelvers.
—
Wikipedia
About.com
Merriam Webster’s Dictionary
Oxford English Dictionary
Wikipedia
Gus Dur dalam pembicaraannya sering menyatakan bahwa Indonesia bukan negara agama. “Itu adalah hal yang final,” tegas Gus Dur. Ia “tidak betah” jika masih ada anggota legislatif masih berkutat pada persoalan itu.Gus Dur bercerita tentang seorang anggota legislatif yang ngotot ingin menjadikan Indonesia sebagai negara agama.”Saat anggota dewan itu jadi pembicara disebuah seminar, ia dipanggil dengan titel Prof. di depannya,” kata Gus Dur.”Ketika kembali ke kantornya, Satpam pun mempersilahkan masuk kepada anggota dewan kita itu dengan berkata, “Silahkan masuk prof.”Nah, kolega-koleganya pun, kata Gus Dur, ternyata menyambut dengan berkata “Selamat pagi Prof, Assalamualaikum Prof” Si anggota dewan ini heran juga, padahal seumur-umur dia belum pernah dianugerahi gelar profesor. “Atau karena keberaniannya ya dia mendapat gelar terhormat itu,” kata si anggota dewan dalam hati.Gus Dur melanjutkan, karena saking bangga dan penasarannya anggota dewan ini pun bertanya kepada kroninya. “Kenapa ya saya sekarang dimana-mana dipanggil Prof?”"Wah…jangan bangga dulu pak!” kata si kroni. “Mereka itu nyebut prof bukan dengan akhiran huruf F tetapi dengan huruf V, jadi Prov. gitu!”"Lho, Prov. apa artinya itu ?” tanya si anggota dewan penasaran.Kroninya menjawab, “Provokator.”
Continue Reading »Ada berita mengejutkan yang diungkap Gus Dur kepada umat saat ia berpidato pada September ini. Saat itu sedang marak berita perseteruan antara Komisi Anggaran DPR dengan Indira Soegondo. Juga kasus gugatan anggota DPR dari PAN, AM Fatwa kepada anggota PDIP, Permadi.Di setiap tempat, Gus Dur selalu mngungkapkan bahwa anggota DPR sekarang sudah berubah gaya hidup.”Kebanyakan anggota DPR sekarang sudah tidak mau lagi makan di restoran !” ungkap Gus Dur.Pernyataan ini membuat umat bertanya-tanya, dalam hati mungkin rakyat yang mendengar info itu akan berkata ” Allhamdullillah wakil rakyat kita sudah insyaf, dengan merubah gaya hidup bermewah-mewah.”"Mengapa mereka nggak mau makan di restoran?” tambah Gus Dur.”Karena kalau makan di restoran harus makan sendiri, nyuap sendiri. Sementara anggota DPR kita sudah biasa “DISUAP”,” kata Gus Dur.”Oooh….ternyata kita salah sangka,” kata salah satu hadirin.
Continue Reading »Penampilan Gus Dur ketika memberikan pengantar pidato kenegaraan menyambut HUT ke-55 kemerdekaan RI di sidang paripurna DPR Agustus 2000, jauh berbeda di banding saat ia hadir di tempat yang sama untuk menjawab interpelasi DPR. Kali ini ia tampak tegang, wajahnya agak cemberut.Namun segala ketegangan akhirnya cair juga. Para anggota DPR malah beberapa kali dibuat terpingkal-pingkal oleh guyonannya . Di tengah-tengah pidato tanpa teks itu, Gus Dur bercerita tentang seorang kondektur bus asal Sumatera Utara yang bergelantungan dipintu bus. Ketika bus melaju kencang, rupanya sopir tak tahu kalau sang kondektur terjatuh kesenggol bus lain. Sang kondekturpun jatuh tersungkur, kepalanya langsung membentur jalan dan retak, napasnya sudah senen-kamis terputus-putus.Saat itulah datang seorang Betawi yang mencoba menolong kondektur yang sekarat itu. “Bang, nyebut Bang nyebut” katanya sambil mendekatkan mulutnya ke telinga kanan kondektur itu.Maksud orang Betawi ini agar si kondektur yang sekarat tadi menyebut syahadat La ilaha ilallah, sebelum meninggal. Tapi karena kondektur tadi bukan orang Islam maka dia mengaitkan permintaan nyebut tadi dengan profesinya.Maka sesaat sebelum menghembuskan napas terakhirnya, kondektur tadi sempat nyebut ” Grogol … Depo … Grogol … Depo”.
Continue Reading »Setelah bertanya letak kebun binatang itu kepada petugas hotel tempatnya menginap, akhirnya ia putuskan untuk mengunjunginya dengan naik becak. Sebab semua jenis angkutan sudah pernah ia coba kecuali becak.Sambil membawa ransel kecilnya turis inipun segera memanggil tukang becak yang mangkal di depan hotelnya.”How much to Gembira Loka?” tanya sang turis.Sambil memekarkan lima jari tangan kanannya si tukang becak menjawab, “five thousand kombak-kambek mister !”.
Continue Reading »




