Finally, Indonesian current President SBY (Susilo Bambang Yudoyono) launched his own website. The first of its kind. It’s a bit similar with a blog equipped with podcast, RSS feed, although without comment box. So, you can put it into your My Yahoo, or Google Fusion if you want.
The site contains anything relating to the President activities: from his own speeches on various occasions, interviews and news, including his SMS number, PO Box, and guestbook (I’ve tried the guestbook, it’s not working). Predictably, it’ll be a hit in no time.
It’s published by Spokes-person presidential office who seems to be recruiting some journalists to feed and update the news regarding the president activities covered by the media on daily basis.
Unfortunately, most content in Bahasa Indonesia and there’re few in English. My suggestion to the maintainer of the website: it’ll be much better if all the content also translated into English for the benefit of non-Indonesian readers.
In the introduction, it’s reiterated that the website’s purpose is for the benefit of the public not for president personal interest. Either way, the website’s launching is need to be applauded. Every public officials moves, especially of the highest rank, that leads to sort of transparency deserves to be appreciated. Congrats Mr. President!
Yang terhormat Bapak Presiden SBY, bersama ini disampaikan kepada Bapak bahwa akhir-akhir ini kita umat Islam selalu menjadi sorotan bagi bangsa lain karena hal-hal seperti teroris, korupsi, prostitusi sampai pada perjudian yang kesemua itu mayoritas pelakunya katanya umat Islam, sehingga orang bertanya-tanya apakah seperti itu Islam tersebut.
Oleh karena itu saya sebagai umat Islam dan Rakyat Indonesia yang prihatin dengan permasalahan bangsa saat ini mengusulkan kepada Bapak sebagai Presiden RI sudah saatnya kita menggunakan hukum agama dalam memecahkan masalah yang ada di negeri ini karena hukum atau peraturan yang dibuat oleh negara selama ini boleh dikatakan tidak tegas. Bukan berarti kita ingin menjadikan negara ini negara Islam tapi kita berlakukan seluruh hukum agama yang diakui di negeri ini, sehingga kalau umat islam yang teroris, zina, korupsi dan judi hukum dengan hukum Islam begitu juga dengan penganut agama lain hukum dengan hukum agamanya. Karena tidak satupun agama di negeri ini yang membenarkan perbuatan-perbutan keji seperti teroris, korupsi, zina/prostitusi, judi dan lain-lain.
Rasanya tidak adil pak, kalau pelaku pengedar narkotika 50 gram saja dihukum dengan hukuman mati sementara pelaku korupsi ratusan miliyar hanya dihukum dengan puluhan tahun kadang kurang dari 10 tahun. Bukannya kita membenarkan perbuatan pengedaran narkotika dan sejenisnya pak, tapi kita tahu mereka yang berbuat seperti itu sebagian besar bukan untuk cari kekayaan tapi untuk cari makan sehari karena mereka tidak tahu lagi akan berbuat apa dan orang yang akan tergoda hanyalah orang-orang yang tidak mengerti dengan untung ruginya. Tapi kalau akibat korupsi sangat berpengaruh kepada kemampuan negara untuk mensejahterahkan rakyat. Coba bapak bayangkan seandainya tidak ada korupsi di negara ini, nagara tidak akan kekurangan dana untuk pembangunan sehingga lapangan pekerjaan bisa diciptakan, fakir miskin bisa ditanggung negara yang pada akhirnya akan mengurangi angka pelanggaran hukum dinegeri ini. Tolong pak, sudah saatnya kita kembali kepada aturan agama yang akan menjadikan kita selamat dunia dan akhiran. Insya Allah permasalahan bangsa ini akan selesai.
negara kita bukan negara agama jadi jangan memaksakan agama tertentu kpd orang lain karena agama tidak membuat kita ke sorga kelakuan yg bisa kita kesorga
Salam kenal
Saya Punya Julukan untuk Anda :
Strange people in the world
Aneh karena memilih orang yang tidak punya kemampuan
Aneh karena memilih orang yang pengecut
Aneh karena memilih diam terhadap orang miskin dan yang telah Banyak memilih anda.
Saya Akui pemilu semalam saya Golput dan saya mensyukuri pilihan saya karena saya tidak akan ditanya oleh Allah.
Dan saudara harus mengerti mengapa teroris tidak akan berhenti diindonesia,seperti kemarin menyerang kantor polisi,coba anda pikir hanya mengurus SKCK di Kepolisian mengeluarkan uang hampir Rp.100.000,supaya bisa bekerja. bagaimana kalau anak tukang becak yang penghasilannya Rp.20.000 per hari mau mengurus SKCK untuk syarat anaknya bisa kerja, kejam benar bawahan anda itu.itu namanya zholim.
Dan yang kedua bagaimana anda bisa berpikir anda bisa membuat rakyat untuk hidup berdampingan dengan baik sementara banyaknya kesenjangan diantara kita
Salam untuk Anda Orang Aneh
Muhammad.Yusuf.Rangkuti