On Bridge Blogging

On Bridge Blogging

On Bridge BloggingEveryone in the universe must’ve been very familiar or at least ever heard of such popular names as Mc Donald (McD), KFC (Kentucky Fried Chicken), Nokia, Sony, Pepsodent, and many other international brands. All the brands barely talk about themselves, not to say about their respective countries. But almost every single person knows where those brands come from. America world-widely known at least for its McD and KFC, and Japan for its Sony, Toyota, Honda, etc. As far as I am concerned, these international brands have successfully bridged world understanding towards the countries they belong without even a word of explanation.

When I urged Indonesian to start blogging and blog in English, what I had in mind was something like what the above international brands have done to their countries: repute, good positive image of progress and modernity and, no less important, more understanding.

What I’d like to say is that, we do not necessarily write a lot of thing specifically about Indonesia in our blog–though that’s a good thing to do. For me, as far as you blog in English and so long as you let your audience know that you are an Indonesian or something to that effect that would serve the purpose. And that’s precisely the reason why I pick many Blogger Indonesia of the Week who write nothing specificifically about Indonesia. See for example such Blogger Indonesia of the Week as Isnaini and Jauhari both are free template creators for Blogger/Bogspot and WordPress respectively. They are Indonesian, who are blogging in English. And that’s more than enough. If addition to this they write a lot about Indonesia and its nitty-gritty, it’d be a bonus.

That’s also what I had in mind several months ago when I urged Jennie S. Bev to start blogging. I never expected her to make a special Indonesian blog. I simply requested her to turn his then website into a blog which she did. Jennie and Ong Hock Chuan seem to have similar opinion in the sense that Indonesian bridge blogging means a blog that writes a lot on Indonesia.

To sum it up, Indonesian–indeed anyone who regards Indonesia closely to their heart– does not need to push him/herself too hard so as to make him/her feel the burden of “responsibility”. Blogging for most people is an activity to enjoy after a full day hardwork as I always do. I strongly feel that we should keep the blogging activity that way. Afterall, the so-called a good life can only be achieved when we enjoy what we’re doing.

Or what do you think about bridge blogging which will make the world understand more about you and anything you stand for–culture, countriy and impression?

Menduniakan Indonesia Melalui Bridge-Blogging
March 19, 2008

Tahukah anda istilah Bridge Blogging? Kalau menurut informasi yang saya baca di internet, bridge blogging adalah, menulis blog dalam bahasa inggris atau bahasa asing di luar bahasa ibu si penulis blog, dengan tujuan agar orang di luar negaranya, atau pun di belahan dunia mana pun bisa memiliki pengetahuan tentang seluk beluk negara asal si penulis blog.

Contoh ya, seorang blogger Indonesia, yang menulis dalam bahasa inggris atau pun bahasa selain bahasa Indonesia, dimana isi tulisannya mengajak pembaca yang tidak bisa berbahasa Indonesia atau orang non Indonesia untuk mengerti tentang Indonesia atau pun aspek-aspek lain yang menarik dari Indonesia. Bisa tentang makanan, kesenian, budaya, gaya hidup, kebiasaan, apa pun itu, pokoknya yang bisa membuka cakrawala orang non Indonesia untuk lebih memahami Indonesia atau pun warga Indonesia.

Nah, sekarang, setelah anda paham tentang arti dari istilah bridge blogging, saya akan ajak anda berbincang-bincang dengan dua orang blogger, yang melakukan bridge blogging. Yang pertama adalah Fatih Syuhud. Ia disebut-sebut sebagai salah satu dari orang Indonesia yang pertama melakukan bridge blogging, dan juga salah satu penggiat para blogger Indonesia untuk menulis dalam bahasa inggris.

Kita mulai dari mengapa ia tertarik untuk melakukan Bridge Blogging.

Sebenarnya pada 2005 pada waktu perang Irak awal-awal, ada seorang blogger dari Irak, yang sangat pintar membuat laporan harian yang bahkan mutunya itu hampir menjadi alternative dari pada media konvensional sehingga banyak dikutip oleh banyak media Amerika. Kemudian itu menginspirasi saya, bahwa hal itu juga bisa dilakukan oleh kita-kita yang ada di Indonesia, karena Indonesia sangat kekurangan media yang memakai bahasa inggris. Sebagaimana kita tahu Indonesia hanya punya Jakarta Post sebagai bridge untuk dunia luar. Selebihnya, berita tentang Indonesia banyak di-cover oleh media luar negeri bukan Indonesia. Itu salah satu yang pertama yang kemudian memotivasi saya untuk menulis dalam bahasa Inggris.

Kalau menurut anda, apa yang harus dilakukan oleh seorang blogger yang ingin melakukan bridge blogging, selain memiliki kemampuan menulis dalam bahasa inggris yang baik?

Sebenarnya begini, blogger itu kan istilahnya citizen journalism, artinya semua orang yang mungkin juga punya keahlian yang berbeda. Karena itu saya memilih yang mudah-mudah saja. Saya minta kepada teman-teman bahwa tulis saja semua, yang anda nikmati, sesuai dengan kemampuan masing-masing, dan itu ada suatu hal atau pesan yang secara tidak langsung memiliki dampak bahwa orang luar akan lebih mengetahui tentang Indonesia dari orang-orang Indonesia sendiri, walaupun itu gak harus berupa laporan journalism seperti layaknya media konvensional.

Artinya topic yang ditulis ini bisa sangat luas?

Ya bisa sangat luas, gak harus otomatis seperti Koran, punya keahlian reporting dan sebagainya. Jadi umpamanya, ahli masak, ya nulis tentang culinary saja gak masalah. Yang penting dari situ secara gak langsung orang luar bisa mengambil manfaat.

Pada pertengahan 2007 lalu, Fatih Syuhud pernah membuat satu artikel tentang 10 alasan mengapa ia menulis blog dalam bahasa inggris. Salah satu alasannya, adalah karena Fatih ingin Indonesia lebih terwakili di dunia internasional, dari perspektif orang Indonesia. Termasuk juga, ia ingin agar orang non-indonesia lebih mengerti berbagai aspek tentang Indonesia, dan, juga karena bahasa inggris adalah bahasa yang universal. Ada beberapa alasan lain yang bisa anda baca di blog nya: fatihsyuhud.com, silakan anda baca sendiri ya.

Nah, ternyata tulisan Fatih ini mengundang respon yang cukup banyak, malah ada seorang blogger lain yang membalas dengan tulisan “10 alasan mengapa ia menulis blog dalam bahasa Indonesia”. Menarik ya? Kita dengarkan penjelasan Fatih tentang hal ini.

Ya, kalau gak salah itu wartawan Media Indonesia, yang menulis kebalikannya. Sebenarnya begini, ada kecenderungan sebagian teman-teman di Indonesia bahwa kalau kita menulis dalam bahasa inggris, seakan-akan nasionalisme kita kurang, sehingga dari situ mereka berfikir bahwa tulisan saya, dan motivasi saya kepada teman-teman untuk menulis dalam bahasa inggris dianggap bisa mengurangi nasionalisme. Saya sudah menulis di blog tentang masalah ini, bahwa nasionalisme itu terlalu sempit kalau dikaitkan dengan bahasa. Bahkan orang india, yang bahasa inggris adalah bahasa resmi, tapi toh kita tahu bahwa yang di-diaspora, orang india yang di luar india, adalah orang yang paling nasionalis dibanding negara-negara lain. Jadi sekali lagi, alasan yang mengatakan anti-nasionalisme itu gak relevan.

Anda amati juga beberapa blog yang ditulis oleh orang Indonesia tapi berbahasa inggris. Apa kira-kira kelemahan yang masih dimiliki oleh para bridge-blogger ini?

Yang utama itu bahasa, kemampuan bahasa teman-teman Indonesia masih kebanyakan kurang. Ini bisa dimaklumi karena system pendidikan kita itu masih kurang dalam bahasa inggris, sampai di SMA pun kalau kita tidak ikut kursus, misalnya, kita tidak bisa menulis dalam bahasa inggris, walaupun nilai inggrisnya bagus. Kedua, kemampuan menulis, atau kemampuan bernarasi dalam tulisan, itu teman-teman sebagian masih kurang, bahkan masih lebih mampu kalangan expat yang ada di Indonesia itu gaya menulisnya lebih bagus.

Cuma yang kalangan expat ini pernah saya kritik beberapa minggu lalu, kalangan expat ini walaupun mereka ada di Indonesia dan menulis tentang Indonesia tetapi mereka masih memakai suara dari negara asal mereka. Kedua, saya juga mengkritik mereka karena lebih banyak memakai nama anonym yang saya kritik keras, karena blog politik hendaknya tidak anonym. Karena blog politik mengandung suatu nuansa bias kalau kita tetap anonym, kecuali kalau kita menulis tentang hal-hal lain yang tidak sensitive seperti sastra dan lain-lain.

Buat anda yang ingin lebih tau banyak tentang tulisan-tulisan dalam blog Fatih Syuhud, yang menurut saya sangat menarik ini, anda bisa masuk ke fatihsyuhud.com. Jangan lupa, setelah anda masuk kesana, tinggalkan komentar di blog nya.

+++

Anda masih di Blog Bicara, dan kita masih bicara soal Bridge Blogging. Masih ingat salah satu alasan mengapa Fatih Syuhud tadi melakukan bridge blogging? Karena ia ingin memperkenalkan Indonesia kepada dunia internasional. Nah, blogger kedua yang akan saya ajak bincang-bincang kali ini juga melakukannya. Ia memiliki blog yang berjudul batikantik.com. Dimana ia menulis secara spesifik tentang batik dan hasil karya seni Indonesia lainnya di dalam blog nya. Tentunya dalam bahasa inggris. dia adalah Shinta Dhanuwardoyo.

Kalau dibilang mengapa saya menulis blog saya dalam bahasa inggris, mungkin salah satunya, karena tema yang saya usung di dalam blog saya mengenai batik. Kebetulan saya ingin menulis tentang batik dan bisa dibaca oleh siapa pun tidak hanya orang Indonesia, karena tujuan saya melakukan blog ini adalah membantu mem-PR kan batik dan karya seni Indonesia untuk siapa pun di luar Indonesia. Jadi siapa pun bisa membaca dan bisa memahami dan bisa kita sharing bareng-bareng.

Sebelum memulai blog batikantik.com apakah Mbak Shinta melakukan semacam riset supaya yang ditulis disitu bisa benar-benar dimengerti oleh orang yang non-indonesia dan orang yang non-berbahasa Indonesia?

Sebetulnya saya sendiri melakukan batikantik.com ini hanya bagian dari hobby. Yang saya lakukan disini adalah membantu memperkenalkan batik tapi dari sisi yang sedikit beda, dimana saya ingin memperlihatkan bahwa batik itu bukan sesuatu yang bisa dikoleksi. Jadi saya ingin memperkenalkan ke siapa pun bahwa batik itu bisa digunakan kapan saja dan itu sesuatu yang punya daya tarik sendiri untuk merepresentasikan Indonesia, karena batik itu adalah seni yagn cukup tinggi dan bisa merepresentasikan Indonesia. Nah itu yang coba saya lakukan di batikantik.com. Walaupun belum semaksimal yang saya inginkan karena saya juga sibuk untuk melakukan up-dating, dan itu yang saya sayangkan karena di batikantik ini belum saya lakukan secara maksimal.

Di dalam batikantik.com, Shinta menulis sejumlah artikel yang berhubungan dengan batik Indonesia. Beberapa diantaranya menampilkan profil maestro batik Indonesia, yakni Iwan Tirta dan Josephine Kumara atau Obin.

Blog nya juga menampilkan banyak foto-foto koleksi batik miliknya, termasuk perhiasan antik dan juga beberapa karya seni Indonesia lainnya. Dan yang menarik, ada satu artikel berikut foto, seorang selebriti Hollywood, Nicole Ritchie, yang menggunakan selendang batik hijau –yang dipercaya Shinta- adalah batik Indonesia. Ini adalah satu hal yang cukup membanggakan, karena biasanya selebriti Hollywood itu kan dijadikan trendsetter fashion dunia, dan adalah satu hal yang membanggakan kalau dia menggunakan batik asal Indonesia.

Nah, apakah ia pernah mendapat respon atau pun komentar dari orang non Indonesia yang kebetulan membaca blog nya, dan terkesan dengan keindahan batik dan juga hasil karya seni Indonesia lainnya?

Ya, ada beberapa saya dapat e-mail dari Amerika dari Eropa dan mereka menanyakan tentang batik ke saya, dan ada beberapa yang menanyakan tentang barang antic di Indonesia. Jadi kita punya satu network juga yang baru, dimana ada common interest dari orang-orang asing yang memang mungkin interest nya sama dengan apa yang saya tulis di blog.

Apakah Mbak Shinta juga pernah membaca blog lain yang ditulis dalam bahasa inggris dan membahas tentang batik?

Saat ini belum, saya belum mencoba mencari juga sebenarnya, jadi kalau dibilang gak ada, ya belum tentu, pasti ada satu dua, cuma terus terang saya belum pernah melakukan research atau searching di internet tentang blog-blog lain yang ada. Keunggulan dari sebuah blog itu adalah ketika pengunjung dari blog itu bertambah dan juga selalu di-update setiap saat, apa yang dilakukan oleh Mbak Shinta supaya blog nya bisa tetap bertahan dan tetap bisa menarik pembaca mengunjungi blog anda? Terus terang kalau dibilang saya updating blog saya secara regular juga tidak, tapi mungkin itu yang harus saya lakukan kalau saya punya satu misi untuk memperkenalkan batik dan karya seni Indonesia di luar, yang harus saya lakukan ya harus terus melakukan update, dimana saya terus mengisi informasi yang berguna mengenai batik, mengenai Indonesian Art, Indonesian antique, nah itu yang harus saya lakukan. Hanya unfortunately saya belum bisa semaksimal mungkin melakukan hal tersebut, tapi itu yang mungkin ke depan harus saya lakukan adalah memberikan informasi tentang batik itu sendiri, batik-batik yang antic sampai sekarang, dari sisi pembuatannya, dari sisi jenis-jenis batik yang ada di Indonesia, masih banyak yang bisa kita gali dan kita share ke dunia.

Nah, buat anda yang juga pecinta batik, -seperti saya- atau ingin tahu lebih banyak tulisan yang dimuat Shinta Dhanuwardoyo dalam blog nya, anda bisa mengunjungi batikantik.com.

+++

Demikianlah Blog Bicara kali ini yang membahas tentang bridge blogging. Semoga apa yang diulas kali ini bisa memberikan inspirasi bagi anda untuk mulai menulis dalam bahasa inggris di Blog. Ada banyak lagi contoh bridge blogging yang bisa anda temukan kalau anda rajin blog walking. Rane Hafied pun, juga melakukannya, termasuk blog Menteri Pertahanan Indonesia, Juwono Soedarsono.

Ok, saatnya saya pamit, jangan lupa, kritik saran dan masukan untuk program ini dapat dialamatkan ke efika @ mediacorp.com.sg, dengarkan terus Blog Bicara tiap hari Rabu mulai jam 9.35 malam waktu singapura hanya di Radio Singapura Internasional siaran Indonesia. Podcast program ini juga bisa anda dapatkan di www.rsi.sg,indonesian.

Fika Rosemary undur diri, sampai jumpa.

Link: rsi.sg/indonesian/blogbicara/view/20080324170000/1/.html (per 1st of August, the domain no longer available)

My Foreword on Jennie S. Bev Book

Foreword on Jennie S. Bev BookA few weeks back, my friend Jennie S. Bev emailed me requesting me to write a foreword for her upcoming Bahasa Indonesia book Rahasia Sukses Terbesar (The Greatest Secrets of Success). A self-motivation book which is very interesting and impressive. The strong point of the book is it’s chiefly based on her own struggle and self-reform, so to speak, on how she achieves what she is now. For little intro about her see my post on Jennie as my Blogger of the Week.

Through reading the draft of her book, I was so impressed with her way of transforming herself. I feel as though I see my own personal struggle there only with a big differences: while she has gained and achieved so much; I achieve so less. Nevertheless, her book is a must for those who wants to see their personality improved.

Speaking of my intro, I’m a bit surprised to know through her email’s response that she’s so impressed with the foreword I gave. And I feel surprised even more that she also said it in her blog:

My beloved friend A. Fatih Syuhud, who is an Islamic scholar based in New Delhi, India, wrote the foreword, which is truly touching and sincere. (Thanks, Fatih, without your words this book might not have been as beautiful.)

Thanks Jennie for giving me a little role in your good book and your generous intention behind it. I hope it’ll be read by many Indonesian youth. Just for record, all revenue of the book which is supposed to be received by Jennie will be given away to charity for the needy Indonesian. Something everybody should try to emulate.

Aug 16, 2006

6 thoughts on “On Bridge Blogging”

  1. saya rasa, keengganan orang indonesia dalam menulis content dalam bahasa inggris bukan hanya karena alasan nasionalisme atau kendala dalam kemampuan bahasa..tapi sepertinya banyak orang yang merasa cukup mampu membaca tulisan bhs inggris dgn benar, namun kurang dapat menulis dalam bahasa inggris..(termasuk saya,hoho)
    saya pikir itu pengaruh pola pendidikan indonesia yang banyak mengajarkan teori, namun kurang memperhatikan practisenya..jadilah orang seperti saya merasa cukup suka menikmati tulisan orang lain dlm bahasa inggris tapi masih agak sulit untuk menulis..saya si mengusulkan bagaimana kalo mas fatih menulis artikel panduan menulis content berbahasa inggris yg baik.. :p
    jadi blog org indonesia makin bisa dimengerti oleh dunia luar..

    #ada panduannya sedikit di sini -> http://fatihsyuhud.com/tips-menulis/

Comments are closed.