Pria Pengguna Bayi Tabung Beresiko Kanker

Pria Pengguna Bayi Tabung Beresiko Kanker

عِلاج الخُصوبَة عِنْدَ الرِجال قد يُؤَدِّي إلى سَرْطان البَرُوسْتات

Pengobatan kesuburan pada pria dapat menyebabkan kanker prostat

بَيَّنَتْ دِراسَة عِلْمِيَّة أَنَّ الرجال الذين يَخْضَعُون لِعِلاج الخُصوبة مُعْرَضُون أَكْثَرَ من غيرهم لِخَطر الإصابة بالسَرْطَان في مَرْحَلةٍ لَاحِقَة من حياتهم.

Sebuah penelitian ilmiah menjelaskan bahwa pria yang menjalani perawatan kesuburan berisiko lebih tinggi  dibanding lainnya terkena kanker di kemudian hari.

وشَمِلَت الدِراسة التي نُشِرَت في “المَجَلَّة الطِبِّيَّة البَرِيْطَانِيَّة” 1.2 مِلْيُون حالَة وِلَادة في السُوَيد، على مَدار عشرين عاما. وكَشَفت أن الرجال الذين خَضَعُوا “للحَقْن المَجْهَرِيّ”، وهو علاج خصوبة خاص بالرجال، مُعْرِضون أكثر من غيرهم للإصابة بالسرطان.

Penelitian tersebut, yang diterbitkan dalam British Medical Journal, meliputi 1,2 juta kelahiran di Swedia selama periode 20 tahun. Penelitian ini mengungkapkan bahwa pria yang menjalani ICSI  (intracytoplasmic sperm injection),[1] yaitu perawatan kesuburan khusus pria, lebih rentan dari yang lain dalam resiko terpapar kanker.

ولكن جَمْعِيَّة سَرْطان البروستات في بريطانيا قالت إن على الباحثين تَوْسِيْعَ الدراسة لِتَشْمَل فِئاتٍ عُمْرِيَّة أكبر، قَبْلَ الجَزْم بأن الرجال الذين يخضعون لعلاج الخصوبة مُعْرَضُون أكثر للإصابة بهذا السرطان.

Akan tetapi Organisasi Kanker Prostat di Inggris mengatakan bahwa para peneliti harus memperluas studi untuk memasukkan kelompok usia yang lebih tua, sebelum menyatakan bahwa pria yang menjalani perawatan kesuburan lebih mungkin mengembangkan kanker.

واعتمد الباحثون من جامعة لُوند في السُوِيْد على مُعْطَيَاتُ السِجِلِّ الوَطَنِي لِلْوِلادات وسِجِل الإِصَابة بالسرطان.

Para peneliti dari University of Lund di Swedia mengambil data dari National Birth Registry  (Registrasi Kelahiran Nasional ) dan Cancer Registry (Registrasi Kanker).

ودَرَسُوا أكثر مِن مِليون حالة وِلادة وحالة إصابة بالسرطان في الفَتْرَة من عام 1994  (ألف وتسعمائة أربعة وتسعون) إلى 2014 (اَلْفَيْن و أربعةَ عَشَر).

Mereka mempelajari lebih dari satu juta kelahiran dan kasus terjangkit kanker dari masa tahun 1994 hingga 2014.

وكان أَغْلَبُ الأطفال (97 في المِئَة) وُلِدُوا بشَكْلٍ طَبِيْعِيٍّ، بينما وُلِدَ 20618 منهم أي (1،7 في المئة) عن طريق التَلْقِيح الِاصْطِناعي. ولكن المُعْطَيَات لا تُوضِح ما إذا كانت مَشاكِل الخصوبة في هذه الحالات عند الرجل أم المرأة.

Sebagian besar anak-anak (97 persen) lahir secara alami, sedangkan 20.618 (1,7 persen) dilahirkan melalui IVF  ( in-vitro fertilization).[2] Namun, data tersebut tidak menunjukkan apakah masalah kesuburan dalam kasus ini terjadi pada pria atau wanita.

وبعض هؤلاء الأطفال وعددهم 14882 أي نِسْبَة (1.3 في المئة) وُلِدُوا عن طريق الحَقْن المَجْهَرِي، الذي يتمثل في اختيار حيوان مَنَوِي سليم وحَقَنَهُ مُباشَرةً في البُوَيْضة.

Sebagian dari anak-anak ini berjumlah 14.882 anak (sekitar 1,3 persen) dilahirkan dengan cara ICSI (bayi tabung), yang dilakukan dengan memilih sperma yang sehat dan menyuntikkannya langsung ke dalam sel telur.

وبُدِأَتْ عَمَلِيَّات الحَقْن المَجْهَرِيّ في السُوِيد عام 1992 ويجري منذ ذلك الوقت تسجيل كل حالة منها في السِجِلِّ الوَطَنِي.

Praktek bayi tabung (ICSI) dimulai di Swedia pada tahun 1992 dan sejak itu setiap kasus telah terdaftar dalam registrasi nasional.

26 سبتمبر/ أَيْلُوْل 2019

Courtesy: bbc.com/arabic

Daftar kosakata

1

الحَقْن المَجْهَرِي

Bayi tabung

2

بشَكْلٍ طَبِيْعِيٍّ

Secara alami

3

 عِلاج الخُصوبَة

Terapi kesuburan

4

خَطر الإصابة

Resiko terjangkit (penyakit)

5

السِجِلِّ الوَطَنِي

Registrasi nasional

6

مُعْطَيَات

Data, informasi

[1] Intracytoplasmic Sperm Injection (ICSI) merupakan metode reproduksi terbantu yang efisien karena hanya membutuhkan satu buah sel telur dan satu buah sel sperma yang telah matang untuk memulai proses pembentukan individu baru

[2] Fertilisasi in vitro atau pembuahan in vitro (bahasa Inggris: in vitro fertilisation, IVF), atau sering disebut bayi tabung, adalah suatu proses pembuahan sel telur oleh sel sperma di luar tubuh sang wanita: in vitro (“di dalam gelas kaca”).

Share with friendsShare on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter
Pin on Pinterest
Pinterest

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *